Tags

,

Ini hasil resume UTS E-Learning aku hari ini, sayang aja kalo misal habis aku tulis satu-satu trus aku buang gitu aja…

Definisi E-Learning

Ada banyak definisi E-Learning, beberapa diantaranya adalah :

  1. E-Learning adalah suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke peserta pembelajaran dengan menggunakan media Internet, intranet, atau media jaringan komputer lainnya.
  2. E-Learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media Internet, jaringan komputer, ataupun komputer standalone
  3. E-Learning adalah metode belajar mengajar baru yang menggunakan media jaringan komputer dan Internet
  4. E-Learning memungkinkan tersampaikannya bahan ajar (content) melalui media elektronik. Otomatis bentuk bahan ajarnya juga dalam bentuk elektronik (digital)
  5. E-Learning memungkinkan adanya sistem dan aplikasi elektronik yang mendukung proses belajar mengajar
  6. E-learning dapat juga dikatakan pembelajaran jarak jauh yang memanfaatkan teknologi informasi, Internet, dan jaringan komputer
  7. E-Learning dapat dikatakan juga sebagai pembelajaran formal dan informal, yaitu :
  • Pembelajaran formal adalah pembelajaran yang kurikulum, silabus, mata pelajaran, dan tesnya terjadwal dengan baik, memungkinkan tingkat interaksi yang tinggi, biasanya digunakan oleh perusahaan pada karyawannya dan universitas-universitas terbuka
  • Pembelajaran informal, pembelajaran ini interaksinya lebih rendah, menggunakan mailing list, e-newsletter, atau website pribadi yang sifatnya terbuka bagi siapa saja, tanpa dipungut biaya

 

Komponen Pembentuk E-Learning

Adapun E-Learning dibentuk dari beberapa komponen, yaitu :

  1. Infrastruktur E-Learning, komponen ini meliputi Personal Computer (PC), jaringan komputer, Internet, dan perlengkapan multimedia, serta biasanya termasuk Teleconference, ini digunakan jika proses belajarnya menggunakan synchronous learning
  2. Sistem dan aplikasi E-learning, komponen ini meliputi sistem perangkat lunak yang memvirtualisasi proses belajar mengajar konvensional, yang biasanya disebut Learning Management System (LMS)
  3. Konten E-Learning, komponen ini meliputi konten dan bahan ajar, ini bisa dalam bentuk multimedia-based content atau text-based content (bentuk teks seperti buku pelajaran biasa). Biasanya disimpan dalam LMS, sehingga dapat dijalankan oleh peserta pembelajaran kapanpun dan dimanapun.

Pada point 1 di komponen pembentuk e-learning disebutkan synchronous learning, pembelajaran kaya apa sih itu … ?? Ada 2 metode penyampaian bahan ajar e-learning, yaitu :

  1. Synchronous Learning, metode penyampaian dimana instruktur dan peserta pembelajaran berada dalam satu kelas yang sama, pada waktu yang sama, meskipun berbeda tempat. Pada metode penyampaian inilah biasanya dibutuhkan alat penghubung, teleconference, walaupun tidak selalu.
  2. Asynchronous Learning, metode penyampaian dimana instruktur dan peserta pembelajaran berada dalam satu kelas yang sama, meskipun waktu dan tempat berbeda.

Usulan implementasi e-learning :

  1. e-learning harus didesain untuk dapat memberikan nilai tambah secara formal (carrier, insentif, dsb) dan informal (ilmu, teknis, skill, dsb) untuk pengguna
  2. Pada masa sosialisasi erlu diterapkan blended elearning untuk melatih behaviour pengguna dalam e-lifestyle. Jadi transisi penggunaan e-learning  dilakukan bertahap, jangan langsung diterapkan e-learning dan dihapus cara belajar tradisionalnya.
  3. Jadikan pengguna sebagai peran utama, bukan hanya sebagai objek

Keuntungan e-learning :

  1. Pembelajaran individual/learned center
  2. Tidak terkait tempat dan waktu (bisa kapanpun dan dimanapun)
  3. Sosok untuk pelajar yang bermasalah dengan belajar face-to-face
  4. Biaya relatif rendah (walaupun untuk pengembangan awal dibutuhkan biaya yang banyak)
  5. Meningkatkan kualitas pembelajaran

Kelemahan e-learning :

  1. Butuh penguasaan telnologi komputer dan Internet
  2. Butuh akses Internet/intrenet
  3. Masih cenderung gagal jika diterapkan di Indonesia, karena kegiatan tidak terkontrol, akhirnya banyak yang berhenti ditengah jalan
  4. Terlalu fokus terhadap teknologi yang digunakan, melupakan peran manusia dan organisasi
  5. Masih dipertanyakan efektivitasnya

Kegagalan implementasi e-learning kebanyakan bukan karena masalah tools, software atau infrastruktur tetapi kebanyakan karena human factor. Apalagi di Indonesia, alasan susahnya e-learning berkembang di Indonesia antara lain adalah beratnya perubahan budaya belajar tradisional ke elektronik, kurang adanya kemauan untuk knowledge sharing dan geografis Indonesia yang banyak pulau dan terpisah-pisah oleh laut, sehingga banya tempat yang masih belum terjangkau Internet.

Yups, ini hasil resume yang aku dapet dari banyak sumber di Internet..semoga bermanfaat 🙂